ku masih menatap kerinduan yang selaras bersama turunnya hujan
sambil menikmati pahit ampas kopi yang begitu terasa disetiap seruputnya
ya beginilah diriku, pejuang cinta yang selalu berjuang meratapi jarak
Selalu berfikir positif akan bertemunya kembali dua insan saling mencinta
pada waktu yang telah diyakini akan datang.
Hati ini telah terkunci hanya untukmu.
Senyum manisku hanya akan terkekmbang untuk menyemangatimu.
Di sinilah aku menjaga ucap janjiku
berjuang sendiri membekukan hati
berharap penantian yang tak sia-sia.








0 komentar:
Posting Komentar