Jumat, 29 Juli 2016

KERJA KERAS

Bekerja keraslah, nanti Anda akan mendapatkan apa yang Anda inginkan. Meski Tuhan memberi bakat, Anda harus  tetap bekerja . Jangan pernah berpikir semua akan mudah hanya dengan bakat.”


    -Aaliyah- 

    Rabu, 22 Juni 2016

    PESIMIS MUDA

    Tidak ada pemandangan yang lebih mengenaskan daripada seorang pesimis muda.
    Mark Twain

    Rabu, 15 Juni 2016

    TEMPAT KITA BERTUMBUH

    Keluarga adalah tempat kita bertumbuh, orang yang tetap bisa menyayangi keluarganya saat ia sudah sukses adalah orang yang terhormat. (@pemulihanjiwa)

    Selasa, 14 Juni 2016

    MENJADI BIJAKSANA

    Seekor burung hantu tua dan bijaksana berdiri di ranting pohon. Semakin banyak yang dilihatnya, semakin sedikit bicaranya. Semakin sedikit bicaranya, semakin banyak didengarnya. Mari menjadi bijaksana seperti dia. – Edward H. Richards – 

    Senin, 13 Juni 2016

    PERSAHABATAN

    Persahabatan itu adalah melupakan apa yang diberikan, dan mengingat apa yang diterimanya.
    Alexandre Dumas

    SEPERTI UANG

    Persahabatan itu seperti uang, lebih mudah dicari daripada dipertahankan.
    Samuel Butler

    Selasa, 07 Juni 2016

    AKHIR PENYESALAN SEORANG ISTRI (Aku Menghabiskan Sepuluh Tahun untuk Membencinya, Tetapi Menghabiskan Hampir Sepanjang Sisa Hidupku untuk Mencintainya)

    Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.
    Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Be
    berapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.
    Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.
    Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senan g dengan teman-temanku.
    Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya .
    Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.
    Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.
    Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.
    Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas.
    Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.
    “Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.
    Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”
    “Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat, kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon.
    Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi.
    Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.
    Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.
    Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “Selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera.
    Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.
    Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya.
    Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.
    Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat.
    Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.
    Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai.
    Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.
    Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.
    Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu.
    Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.
    Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana.
    Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikanny a, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.
    Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas.
    Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.
    Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya.
    Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.
    Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.
    Istriku Liliana tersayang,
    Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.
    Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.
    Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.
    Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!
    Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.
    Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.
    Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya , tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.
    Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”
    Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikanny a atas nama cinta.”
    Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”
    Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”
    Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.
     https://www.facebook.com/pages/BERANDA-KITA/153300751403292 

    Senin, 06 Juni 2016

    mendendam rindu..




    Inginnya ku bohongi saja sang waktu. 

    pura-pura lupa bahwa pertemuan kita masih lama..
    tapi bagaimana bisa kalau setiap detik rindunya membiru.
    lebam di hatiku…
    lalu kemudian cuma bisa menghisap sisa harummu di bajumu yang tertinggal dirumah..
    awas, lihat saja nanti waktunya datang perjumpaan. 
    rindu ini akan ku lempar ke depan mukamu sayang!

    http://kopidalamcangkir.blogspot.co.id/2012/04/mendendam-rindu.html

    Selasa, 31 Mei 2016

    Mengenal Derajat Penyangraian Biji Kopi

    Mengenal Derajat Penyangraian Biji Kopi

    Biji kopi dalam bentuk beras (green bean) tidak dapat diseduh segera begitu saja setelah selesai melewati pascapanen; beras kopi harus disangrai terlebih dahulu sebelum bisa digiling lalu diseduh. Cara dan derajat penyangraian akan menghasilkan kopi dengan beragam karakter dan rasa Karakter yang dihasilkan bervariasi dalam hal aroma,bodyacidity, hingga kadar kafeinnya.

    Karakteristik Biji Kopi Berdasarkan Derajat Sangrai

    Para roaster atau penyangrai kopi umumnya menggunakan standard sangrai tersendiri sehingga masing-masing memiliki citarasa yang khas, di dalamnya termasuk derajat penyangraian. Namun, karakteristik visual dan rasa dari tiap derajat sangrai secara umum dapat dikenali oleh mereka yang sudah cukup sering menikmati berbagai jenis kopi.
    Berikut pembagian secara umum akan tingkatan penyangraian serta karakteristik visual dan rasa yang sering dipakai oleh para roaster baik di luar maupun dalam negeri:
    • Cinnamon Roast. Tingkatan ini masuk dalam kategori light roast, dapat dilihat dari biji kopi yang masih berwarna cokelat muda seperti warna kayu manis dan tidak berminyak di permukaan, jika diseduh memiliki tingkat acidity yang tinggi, proses penyangraian berhenti tepat sebelum first crack.
    • New England Roast. Tingkatan Ini juga termasuk light roast, namun warnanya lebih gelap dibandingkan Cinnamon roast, proses penyangraian berhenti pada krek pertama (first crack).
    • American Roast. Derajat sangrai ini termasuk ke dalam medium roast dan cukup digemari di Amerika. Tingkat acidity-nya tidak terlalu tinggi dengan body medium. Warnanya coklat sedikit lebih gelap dari New England Roast, disangrai hingga akhir waktu krek pertama.
    • City Roast. Ia juga termasuk medium roast, berwarna coklat agak gelap, memiliki bodylebih tebal serta rasa, aroma, dan acidity yang lebih seimbang dibanding tipe light roast.
    • Full City Roast. Derajat ini termasuk ke dalam mediumdark roast; warnanya coklat tua dengan permukaan yang sudah mulai berminyak, penyangraian berhenti ketika memasuki tahap awal krek kedua (second crack).
    • Vienna Roast. Tingkatan ini juga masuk kategori mediumdark roast; meski ada juga yang mengategorikannya sebagai dark roast. Warnanya lebih gelap dari Full City Roastdan memiliki body yang tebal dengan acidity rendah. Proses penyangraian dilakukan hingga pertengahan krek kedua.
    • French Roast. Tingkatan ini masuk ke dalam kategori dark roast, warnanya kehitaman dengan permukaan yang berminyak dan sedikit hangus, jika diseduh rasanya seringkali pahit. Kopi sangrai ini memiliki kadar kafein yang rendah.
    • Italian dan Spanish Roast. Keduanya menunjukkan karakteristik permukaan yang gosong, berwarna hitam dan sangat berminyak. Acidity hilang dan menghasilkan rasa arang jika diseduh.
    Tingkatan penyangraian di atas dapat menjadi patokan bagi Anda untuk menentukan biji kopi seperti apa yang ingin Anda beli atau konsumsi. Jika Anda menginginkan kopi dengan acidityyang tinggi, maka pilihlah kopi dengan penyangraian light atau medium roast. Jika Anda menyukai body yang tebal, Anda dapat memilih kopi yang disangrai medium-dark roast. Tapi jika Anda masih berpatokan bahwa kopi itu harus pahit, tentu saja pilihan Anda jatuh dalam kategori dark roast.
    sumber : http://bincangkopi.com/mengenal-derajat-penyangraian-biji-kopi/

    Senin, 30 Mei 2016

    8 Fitur Tersembunyi di WhatsApp




    Siapa sangka, aplikasi pesan instan WhatsApp ternyata memiliki sejumlah fitur yang tersembunyi. Kendati disebut tersembunyi, sebenarnya fitur ini bisa diakses siapa saja jika mengetahui caranya.

    Pengguna bisa memakainya untuk memudahkan berbagai hal, seperti menjaga privasi, mengurangi konsumsi data, hingga menyimpan berbagai percakapan ke dalam bentuk teks.

    Sebagaimana dilansir KompasTekno dari NewFoxy, Senin (30/5/2016), berikut ini 8 dari beberapa fitur tersembunyi di WhatsApp.

    1. Menyembunyikan “Last Seen”

    WhatsApp mengizinkan pengguna saling melihat waktu online terakhir masing-masing. Namun bila hal ini dirasa mengganggu privasi, Anda bisa menyembunyikan tanda “last seen” tersebut.

    Caranya, pilih menu Setting, kemudian pilih tab Account dan Privacy. Anda akan menemukan bilah bertuliskan “Last Seen”. Pilihlah tab tersebut, maka akan muncul pilihan lain secara pop-up.

    Anda tinggal memilih Everybody agar semua orang bisa melihat “Last Seen” tersebut, pilih My Contact supaya hanya orang dalam buku kontak saja yang bisa melihat, atau pilih Nobody agar tidak ada satu pun yang bisa melihat informasi tersebut.

    2. Backup percakapan

    Anda bisa membuat cadangan data percakapan sehingga saat berganti ponsel, semua percakapan lawas bisa dipulihkan kembali. Caranya pun mudah.

    Pada menu pengaturan atau Setting, carilah tab bertuliskan Chat dan Chat Backup. Di dalamnya berisi pengaturan untuk menyimpan cadangan data percapakan ke dalam Google Drive.

    Cukup dengan memasukkan akun Gmail Anda, serta mengatur agar aplikasi otomatis melakukan backup dalam durasi waktu tertentu. Selanjutnya semua akan berjalan otomatis.


    3. Menyimpan percakapan dalam bentuk teks

    Pengguna WhatsApp bisa menyimpan berbagai percakapan mereka ke dalam bentuk teks. Ini berguna bila Anda termasuk orang yang rapi dan senang menyimpan berbagai arsip percakapan.

    Caranya, bukalah tab obrolan yang ingin Anda simpan dalam bentuk teks. Sentuh tiga titik yang berada di kanan atas, lanjutkan ke bilah More dan sentuh pilihan Email Chat.

    Selanjutnya Anda bisa memilih apakah akan menyertakan berbagai media di dalam percakapan atau hanya teks saja. Setelah memilih akan muncul email untuk mengirimkan percakapan tersebut.

    4. Blokir kontak

    Sering mendapatkan pesan spam dari orang tak dikenal? Blokir saja. WhatsApp memang memberikan fitur tersebut dan bisa diakses dengan mudah.

    Caranya, buka percakapan dengan orang yang dituju. Sentuh menu titik tiga di bagian kanan atas dan pilih tab More. Anda akan menemukan pilihan Block di antara menu yang muncul. Sentuhlah, dan pemblokiran pun selesai.


    5. Menghentikan dowload otomatis

    Biasanya berbagai foto dan media yang dikirimkan melalui WhatsApp akan otomatis terunduh. Hal ini mengakibatkan konsumsi daya yang cukup besar, selain juga menghabiskan paket data.

    Anda bisa mengubah pengaturan agar semua media yang diterima nomor WhatsApp Anda tidak otomatis terunduh.

    Caranya, masuk ke menu Setting, dan pilih Data Usage. Di dalamnya ada tab bertuliskan Media Auto Download yang berisi pengaturan untuk unduhan otomatis tersebut.

    Ada tiga tab, yaitu When using mobile dataWhen connected on WiFi, atau When roaming. Pada masing-masing tab bisa dipilih media apa saja yang akan diunduh otomatis atau tidak diunduh sama sekali.

    6. Tanda bintang

    Anda bisa memberikan tanda bintang pada setiap percakapan yang ada di WhatsApp. Tanda ini berguna untuk mencatat berbagai informasi penting, seperti alamat rumah atau nomor telepon.

    Caranya, pilih pesan yang ingin ditandai, sentuh dan tahan selama beberapa detik. Akan muncul tanda bintang pada header WhatsApp, tepat disamping ikon “delete”. Pilihlah tanda bintang tersebut.

    Bila ingin melihat berbagai pesan yang sudah ditandai bintang, Anda cukup sentuh menu titik tiga di sudut kanan atas. Selanjutnya pilih tab bertuliskan “Starred messages”.


    7. Sembunyikan tanda read

    Setiap pesan yang dikirimkan dan sudah dibaca akan ditandai dengan centang biru. Bila Anda tak ingin lawan bicara mengetahui status pesan sudah dibaca atau belum, Anda bisa mengubahnya.

    Masuk ke menu Settings, lalu Accounts dan Privacy. Di dalamnya, tepatnya di bagian bawah, Anda akan menemukan tab bertuliskan Read Receipts. Hapus tanda centang di bilah tersebut untuk menon-aktifkannya.

    8. Huruf tebal dan miring

    WhatsApp kini bisa menampilkan huruf dalam format tebal (bold), miring (italic), dan dicoret (strike through). Anda bisa melakukannya dengan cara memasukkan karakter khusus sebelum dan setelah kata yang ingin diformat.

    Agar menjadi tebal, gunakan tanda bintang (*) di antara *kata yang diinginkan*. Bila ingin membuatnya miring, gunakan tanda underscore (_) di antara _kata yang diinginkan_, dan bila ingin membuat kalimat dicoret (strike through), gunakan tanda ~ di antara ~kata yang diinginkan~.

    Penantian Kopi



    ku masih menatap kerinduan yang selaras bersama turunnya hujan
    sambil menikmati pahit ampas kopi yang begitu terasa disetiap seruputnya
    ya beginilah diriku, pejuang cinta yang selalu berjuang meratapi jarak
    Selalu berfikir positif akan bertemunya kembali dua insan saling mencinta 
    pada waktu yang telah diyakini akan datang. 



    Hati ini telah terkunci hanya untukmu.
    Senyum manisku hanya akan terkekmbang untuk menyemangatimu.
    Di sinilah aku menjaga ucap janjiku
    berjuang sendiri membekukan hati
    berharap penantian yang tak sia-sia.

    Brand Indonesia yang Disangka Brand Luar Negeri

    Terkadang saat akan membeli sebuah barang, kita akan cenderung melihat brand atau merek dari barang tersebut. Banyak juga yang akan lebih memilih brand yang berasal dari luar negeri dibanding dengan brand atau merek dari Indonesia sendiri. Akan tetapi yang unik disini adalah ternyata ada beberapa merek atau brand yang berasal dari Indonesia tapi dianggap atau disangka merupakan bran atau merek dari luar negeri. Nah kira-kira apa saja sih brand merek Indonesia yang disangka atau dikira brand atau merek dari luar negeri.


    1. Lea
    Dari nama dan logo sudah pasti orang-orang akan menyangka kalau merek yang satu ini adalah brand atau merek yang berasal dari luar negeri. Warna merah biru dengan bintang dan paruh elang tersebut sangat menggambarkan negara paman sam. Akan tetapi sebenarnya ini adalah produk Indonesia yang berdiri sejak 1979. Untuk masalah model dan kualitas, Lea tidak perlu diragukan lagi. Brand atau merek ini memang dibuat dengan standar kualitas ekspor. Jadi anda harus bangga ya kalau menggunakan merek yang satu ini.


    2. J.CO Donuts and Coffe
    Brand yang  sudah sering menjadi tempat nongkrong di mall ini berdiri pada tahun 2005 dengan pemilik bernama Johhny Andrean. Outlet pertama J.CO buka di supermall Karawaci. J.CO sendiri mengandalkan racikan donat dan kopi berkualitas internasional. J.CO juga bahkan telah memiliki cabang di berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Philadelpia dan Cina. 



    3. Maspion
    "Cintailah Produk-Produk Indonesia". Pastinya anda semua sudah pernah mendengar kata-kata tersebut. Yup kalimat yang Keluar pada iklan maspion ini memang bertujuan mengajak agar kita lebih mencintai produk-produk Indonesia. Maspion adalah satunya. Maspion memang merupakan perusahaan lokal yang terkenal dengan produk-produk elektroniknya mulai dari setrika, blender, kipas angin dan juga AC. Perusahaan ini berpusat di Surabaya dan sudah memulai bisnisnya dari tahun 1960an dengan fokus untuk menghasilkan alat-alat rumah tangga.



    4. Polygon
    Berbicara mengenai sepeda, pastinya merek yang satu ini juga sudah cukup terkenal di Indonesia. Ternyata merek ini sendiri merupakan merek asal Indonesia dan berlokasi di Sidoarjo Jawa Timur. Beberapa sepeda yang dihasilkan merek ini seperti sepeda gunung, sepeda mini, sepeda BMX sampai sepeda lipat. Ternyata memang pemilik polygon sendiri memilih untuk menjual sepedanya di luar negeri terlebih dahulu lalu kemudian di jual di dalam negeri. Hal ini karena orang Indonesia lebih cenderung memilih produk luar negeri dibanding merek dari negeri sendiri.





    5. Polytron
    Merek ini juga merupakan salah satu merek elektronik Indoesia yang sudah cukup populer. Mulai dari TV, radio , tape dan alat elektronik lainya. Pasti masih banyak dari kalian yang tidak mengira kalau polytron ini adalah merek dari negeri kita sendiri. Perusahaan polytron ini memiliki pabrik di daerah Kudus dan Semarang. Barang-barang yang dihasilkan oleh Polytron sendiri dapat dijamin kualitasnya, karena sejak tahun 1970 an perusahaan ini telah membuat televisi dengan kualitas yang tidak kalah dengan buatan Korea dan Jepang.





    6. CFC
    Dari namanya saja pasti orang akan mengira kalau brand yang satu ini merupakan brand dari luar negeri. Ternyata perusahaan ini merupakan perusahaan Indonesia. Kebanggaan yang dimiliki CFC terletak pada ciri khasnya yang sebanding dengan ayam goreng luar negeri. Hingga tahun 2012 CFC telah memiliki 120 gerai yang tersebar di banyak kota di Indonesia.





    7. Casablanca
    Ternyata merek parfum yang satu ini merupakan merek asli Indonesia. Pasti banyak yang mengyangka kalau merek yang satu ini merupakan merek dari luar negeri. Hal ini karena Dallam iklan-iklan Casablanca banyak menampilak model-model bule. Dan parfum ini merupakan produksi muara kapuk, Jakarta.





    8. Sophie Martin Paris
    Sophie Martin didirikan oleh pasangan suami-istri berkebangsaan Perancis, Bruno Hasson dan Sophie Martin. Pada tahun 1997 mereka datang ke Indonesia karena Bruno mendapat tugas di sebuah perusahaan perancis yang ada di Indonesia. Mulanya, mereka tak berniat lama-lama tinggal di Indonesia, namun Bruno dan Sophie bukan pasangan ekspatriat biasa. Sophie piawai merancang tas, sementara Bruno, dengan skill marketingnya yang tinggi, jeli mencium peluang bisnis untuk memasarkan keterampilan istrinya.
    Dengan mempekerjakan seorang tukang jahit di loteng rumah, mereka merintis cikal bakal Sophie Martin. Karena pernah menjadi handbag designer untuk Christian Dior selama 2 tahun, maka produk yang pertama di buat adalah tas. Ternyata tas-tas yang dipromosikan dari mulut ke mulut tersebut, mendapat respon positif. Pintu untuk melebarkan sayap pun terbentang lebar. Trik Sophie Martin dengan menambahkan kata “paris” di belakang brand Sophie Martin tersebut ternyata cukup berhasil, dan mengecoh banyak konsumen.






    9. Hoka-Hoka Bento
    Hoka-Hoka Bento merupakan merek Indonesia yang berdiri pada tanggal 18 April 1985. Hoka-hoka bento berdiri di bawah naungan PT. Eka Bogianti. Restoran ini pertama kali berlokasi di Kebun Kacang Jakarta. Hoka-Hoka Bento sendiri menyajikan makanan Jepang yang sehar, variatif, higienis dan cepat saji dengan harga yang terjangkau dan suasana yang nyaman. Hal ini menjadikan Hoka-Hoka Bento menjadi Restoran Cepat Saji Jepang terbesar di Indonesia.






    Itu dia beberapa brand lokal Indonesia yang banyak dikira merupakan brand produk luar negeri. Sebenarnya masih banyak sekali merek-merek dan produk Indonesia yang disangka merupakan merek luar negeri. Semoga dengan kita mengetahui bahwa Indonesia juga memiliki banyak brand yang sangat terkenal dan juga dengan kualitas yang bagus tentunya. Untuk itu jangan malu ya dengan produk buatan negeri sendiri dan tentunya harus bangga, makasih.


    Sumber : http://vevnews.blogspot.com/2014/11/beberapa-brand-indonesia-yang-disangka.html
    - See more at: http://ceritakuro.blogspot.co.id/2014/11/brand-indonesia-yang-disangka-brand.html#sthash.oQU3Auml.dpuf

    Minggu, 29 Mei 2016

    Cara mengatasi tidak bisa masuk Google Play Store

    Bingung tidak bisa masuk Google Play Store karena saat membuka applikasi muncul error seperti Connection Time out, No Connection (tidak ada koneksi), Check your connection (periksa koneksi), dll?
    Padahal koneksi internet di handphone Android kamu tidak ada masalah karena kamu tetap bisa browsing, download, BBM-an, menonton Youtube ataupun melakukan aktifitas online lainnya.

    Cara mengatasi tidak bisa masuk Google Play Store

    Connect melalui Wifi  – Restart

    Buka Play Store melalui koneksi Wifi, kalau bisa connect playstore maka sumber masalahnya terdapat di operator seluler. Coba juga restart handphone kamu karena biasanya masalah applikasi di Android dapat diperbaiki cukup dengan melakukan restart (atau cabut baterai bila memungkinkan).

    Memperbaiki jam dan tanggal

    Jam ataupun tanggal yang tidak sesuai akan membuat server playstore menolak untuk terhubung dengan device Android. Oleh karena itu pastikan jam, tanggal, time zone di handphone sudah benar.
    Rubah setting tanggal di Settings > System > Date & Time (Setelan > Appilkasi > Sistem > Tanggal & Waktu), kemudian ubah secara manual atau kamu bisa menggunakan settingan otomatis yang diberikan oleh operator seluler.

    Hapus Data applikasi Google Play

    Cara memperbaiki Google play store yang biasanya ampuh dan langsung mengatasi masalah adalah dengan menghapus cache, data dan menguninstall update yang ada di applikasi Google Play.
    Masuk ke menu Settings > Apps > All (Setelan > Applikasi), cari dari daftar yang tampil  nama Google Play Store dan Google Play Store Services. Akan terlihat beberapa tombol seperti gambar. Tekan tombol Delete Cache (Hapus cache) Delete Data (Hapus Data) untuk kedua applikasi tersebut.
    Buka kembali Google Play Store, dan maka saat membukanya kamu akan diminta memasukkan / memilih akun yang digunakan untuk masuk / login ke Playstore.

    Edit hosts file untuk memperbaiki error tidak bisa masuk play store

    Di beberapa tipe handphone android (tablet) maupun Custom ROM tertanam setting tambahan yang menentukan alamat IP address dari Google Play yg dapat membuat masalah tidak bisa masuk ke playstore.
    Cara memperbaiki Google Play store bila kondisinya seperti diatas adalah handphone Android sudah di root. Hal ini wajib dilakukan karena kita akan mengupdate hosts file Android yang lokasinya berada di file system.
    Gunakan applikasi file explorer seperti ES File Explorer, Rootexplorer, dll kemudian masuk ke folder /system/etc, buka file host, lalu hapus baris yang mengarahkan ke server google.